Anies Luruskan Soal Unas

Anies Luruskan Soal Unas

Anies Luruskan Soal Unas

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan menyatakan komitmennya untuk meneliti fenomena aksi begal yang kini marak dilakukan kelompok anak muda di Indonesia. Sebab, pengaruh kekerasan yang terjadi saat ini berasal dari tiga tempat. Yakni, rumah, sekolah, dan lingkungan.
Unas – MENDIKBUD – bandung ekspres
BERBINCANG: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan (kanan) bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kiri) berdiskusi bersama warga dalamgelaran Bincang Bandung di panggung teater terbuka komunitas Celah-Celah Langit (CCL), Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, Jumat (27/2) Malam. Mendikbud menekankan akan kesadaran pentingnya pendidikan karakter pada insan pendidikan dan seluruh elemen masyarakat.

’’Oleh karena itu, saya akan lihat yang sekolah. Kita harus sama-sama dengan orang tua di rumah dan lingkungan,’’ kata dia usai menjadi pembicara dalam Seminar Pendidikan Karakter di Museum KAA, Jalan Asia Afrika, kemarin (28/2).

Pria asal Kuningan ini mengatakan, kekerasan yang terjadi pada kelompok anak muda bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya video game. ’’Kita harus lihat model-model video game yang kekerasan, yang sekarang keberadaannya luar biasa masif,’’ kata dia.

Akibat pengaruh video game kekerasan tersebut, anak-anak seringkali tidak bisa

membedakan mana kekerasan yang virtual dengan kekerasan yang nyata. Hal ini yang harus kita dikendalikan oleh semua pihak. Baik orangtua, guru ataupun lingkungan sekitar. Anies juga meminta agar lingkungan sekolah jeli dan tegas terkait kasus kekerasa.

Dia menegaskan, pemerintah akan mendukung kepala sekolah yang berani bertindak tegas terhadap munculnya kekerasan. Dan bila ada masalah maka bukan hukuman tapi kedisiplinan bersama orang tua, karena yang menangani di rumah adalah orang tua. Anies telah menyusun materi khusus tentang hal tersebut dan menginstrusikan sekolah untuk mengundang orang tua. Agar anaknya terhindar dari kekerasan seperti kelompok begal.

Dalam kunjungannya ke Bandung, Anies juga menerima keluhan soal Ujian Nasional

(Unas) online. Menurut dia, masyarakat salah kaprah. Sebab, yang betul itu Unas berbasis komputer, bukan Unas online. Itupun hanya diterapkan di sekolah-sekolah yang menyatakan siap. Saat ini, sistem itu masih dalam tahan percobaan.

Ujicoba tersebut dilakukan di sekitar 500 sekolah di seluruh Indonesia. Kebanyakan merupakan sekolah SMK karena memiliki fasilitas komputer yang lebih lengkap. Namun, untuk SMA belum semuanya siap. Seperti penuturan Priscilla dan Ridwan, siswa SMAN 12 Bandung. Di sekolahnya sudah diterapkan ujicoba Unas berbasis komputer. Sebab, siswa diminta mengerjakan soal di komputer pribadi di rumah, menggunakan kode-kode dari sekolah.

’’Tapi menurut aku itu tidak efektif. Kan kita bisa aja nyontek, atau googling jawabannya di internet

,’’ kata Priscilla kepada Bandung Ekspres kemarin.

Sehari sebelumnya, Anies juga berkunjung ke komunitas Celah Celah Langit (CCL) bersama Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di kawasan Setiabudhi. Di sana, dia sempat ditagih soal janjinya mengenai kesetaraan guru honorer. Ketua Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kota Bandung Yanyan Herdiyan yang ‘menyindir‘ Anies. ’’Saya mengingatkan Pak Anies sebagai menteri yang pernah berkata akan menerapkan standar gaji minimum untuk guru honorer. Mohon diperhatikan pak,’’ kata dia Jumat (27/2) malam lalu.

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/post/5d93ea3610d295776e67ddee/