Bunaken, Masihkah Kamu Secantik Dulu

Bunaken, Masihkah Kamu Secantik Dulu

Bunaken, Masihkah Kamu Secantik Dulu

Bunaken dikenal punya pemandangan bawah laut yang cantik. Tapi itu dulu, sekarang kabarnya pemandangannya sudah tak seindah dulu. Apa benar?

Untuk menuju Bunaken, saya mengikuti open trip yang diselenggarakan salah satu agen travel. Pilihan mengikuti open trip karena lebih praktis dan ekonomis daripada harus menyewa kapal sendiri. Dengan paket seharga Rp 200.000 per orang, peserta diajak mengunjungi 3 pulau dalam satu hari yaitu Pulau Nain, Pulau Siladen, dan Pulau Bunaken.

Harga yang dibayar juga sudah termasuk kapal lengkap dengan life jacket, air mineral, makan siang dalam box dan dokumentasi baik kamera maupun drone.

Kami berkumpul jam 7.00 pagi waktu setempat, setelah absen, brifing sebentar, semua peserta yang berjumlah sekitar 30 orang dan kru yang berjumlah 3 orang (tidak termasuk kru kapal) naik ke kapal dan bersiap memulai perjalanan.

Kapal yang kami naiki sendiri cukup besar, dengan bangku kayu di bagian kanan dan kiri yang juga beratap. Di bagian belakang terdapat kamar kecil yang bisa digunakan untuk berganti pakaian.

Udara pagi itu agak mendung, laut tenang. Tujuan kami yang pertama adalah Pulau Nain. Bagian yang paling terkenal dari pulau ini adalah pasir timbulnya. Saat pagi hari, air laut sedang surut maka pasirnya yang putih akan nampak di permukaan, makin siang air makin pasang, maka pasir pun mulai tertutup air laut dengan ketinggian bervariasi.

Untuk sampai ke pasir timbul ini kami harus pindah ke perahu yang lebih kecil, berisi sekitar 5-6 orang. Perahu ini mudah terbalik sehingga saat sudah di perahu kami diharapkan duduk dan tidak banyak bergerak. Dengan perahu ini kami bisa turun di bagian pasir yang saat itu sudah setingi pinggang orang dewasa .

Pasir putih di bagian bawah membuat air di sekelilingnya berwarna biru cerah. Air yang jernih membuat peserta open trip segera turun dan bermain air. Setelah beberapa saat bermain dan juga berfoto, peserta kembali lagi ke kapal besar dengan pakaian yang basah kuyup tetapi wajah cerah ceria.

Tujuan berikutnya adalah Pulau Siladen. Tidak ada yang istimewa dari pulau ini , selain adanya rumah makan dan warung. Di Pulau ini biasanya pengunjung menikmati makan siang, baik memesan di warung yang ada atau pun membuka nasi kotak yang sudah disiapkan.

Perjalanan dilanjutkan, kali ini menuju Pulau Bunaken. Pulau Bunaken adalah Pulau yang terbesar di antara 3 pulau yang kami kunjungi hari itu. Tak heran jika dermaga di Pulau Bunaken lebih tertata dengan jembatan kayu mengarah ke pulau.

Di sini sebagian peserta yang tadi basah kuyup bisa mandi air tawar, tentu saja harus membayar. Sedang peserta lain yang akan diving atau snorkling bisa menyewa peralatan. Untuk snorkling peserta harus membayar Rp 150.000 dan akan mendapat baju renang, snorkel dan fin.

Setelah semua siap, peserta yang akan snorkling menuju ke kapal untuk langsung ke lokasi snorkling. Sebelumnya tour guide memberi penjelasan bagaimana menggunakan peralatan dan melakukan snorkling.

Lokasi saat itu tidak terlalu jauh dari pulau dan merupakan spot yang aman bagi pemula.Tour guide dan kru juga mendampingi peserta saat snorkling, tidak lupa mendokumentasikan semuanya. Sayang lokasi snorkling saat itu tidak terlalu bagus, sudah banyak terumbu karang yang rusak dan ikan-ikannya juga tidak terlalu banyak.

Setelah selesai, kami kembali ke pulau, mengembalikan peralatan, berganti pakaian, berfoto bersama dan bersiap menuju Manado. Aktifitas sehari itu membuat sebagian peserta tertidur dalam perjalanan kembali ke Manado. Bertambah lagi pengalaman melihat keindahan alam Indonesia, lelah tapi sangat menyenangkan.

 

Baca Artikel Lainnya: