FSGI Beberkan Tujuh Jenis Kecurangan UN 2016

FSGI Beberkan Tujuh Jenis Kecurangan UN 2016

FSGI Beberkan Tujuh Jenis Kecurangan UN 2016

Ujian Nasional (UN) 2016 telah usai dilaksanakan, namun agenda nasional pendidikan ini masih tetap diwarnai kecurangan setiap tahunnya. Menurut data dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), terdapat tujuh jenis kecurangan yang terjadi di UN tahun ini.

Data kecurangan tersebut berdasarkan laporan atas pelaksanaan UN di Lampung

, Pontianak, Medan, Jakarta, Surabaya, dan Cikampek. Laporan yang masuk diperoleh dari pengaduan masyarakat di pos pemantauan UN.

Kecurangan tersebut diantaranya yaitu ada laporan kecurangan sistemik di Lampung. Atas perintah kepala sekolah, guru memasuki ruangan dan membantu siswa mengerjakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kecurangan kedua yaitu adanya sindikat jual beli kunci jawaban UN di kalangan siswa SMA

Pontianak dan Cikampek.

Selain itu, sejumlah siswa melaporkan soal UN berbasis kertas atau PBT dengan soal UNBK dibuat sama. UN PBT sendiri selesai pada Rabu, (6/4), sedangkan UNBK pada Selasa, (12/4). Hal tersebut menimbulkan masalah berupa diskusi soal antara peserta UN PBT dengan UNBK.

Kecurangan keempat, jarak komputer di ruang ujian berdekatan karena diisi dengan 40 komputer, sehingga peserta ujian dapat saling melirik dan bertanya.

Kecurangan lainnya yang terjadi yaitu peserta UNBK dapat saling bertanya soal

yang dikerjakan karena ada tiga sesi pengerjaan akibat keterbatasan jumlah komputer.

Kecurangan keenam, paket soal UNBK diduga tidak mencapai 21 paket untuk satu ruang seperti diinfokan pemerintah, sehingga peserta menyatakan mereka mendapat paket soal yang sama. Ada laporannya juga bahwa Paket Soal ujian paket C yang dimulai pukul 13.00- 18.00 wib yang diselenggarakan 4-7 April 2016 ternyata juga dilaporkan sama dengan soal paket UN PBT dan UNBK.

 

Baca Juga :