Jenis-jenis Putusan dan Cara Pelaksanaannya

Jenis-jenis Putusan dan Cara Pelaksanaannya

Jenis-jenis Putusan dan Cara Pelaksanaannya

Eksistensi Lembaga Peradilan Agama

Eksistensi Lembaga Peradilan Agama di Indonesia, telah ada sejak zaman penjajah Belanda. Bahkan sebelum itu mengiringi perjalanan dakwah Islam di Nusantara, karena lembaga peradilan baik dalam teori maupun praktek kehidupan umat Islam, merupakan hal yang tidak dapat di pisahkan.

Berdasarkan ketentuan UU No. 7/1989 tentang Peradilan Agama, maka Perdailan Agama bertugas dan berwenang untuk memberikan pelayanan hukum dan keadilan dalam bidang hukum keluarga dan harta perkawinan bagi mereka yang beragama Islam, berdasarkan Islam.

Pemantapan posisi Peradilan Agama secara Yuridis menempatkan lembaga Peradilan Agama sejajar dengan lembaga peradilan yang lain (peradilan Umum, peradilan Militer, dan peradilan Tata Usaha Negara).

Kemunculan Undang-undang itulah yang menyebabkan jajaran Peradilan Agama harus mengejar ketertinggalannya dengan yang lain, khususnya dalam praktek/penerapan hukum acara. Dalam makalah ini, akan sedikit membahas mengenai Pelaksanaan Putusan dalam Peradilan Agama.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah proses pelaksanaan putusan dalam Peradilan Agama mengenai jenis-jenis pelaksanaan putusan, putusan yang dapat di eksekusi, tatacara sita eksekusi, putusan hakim dalam perkara tertentu?

C. Tujuan

1. Mengetahui proses pelaksanaan putusan dalam Peradilan Agama mengenai jenis-jenis pelaksanaan putusan, putusan yang dapat dieksekusi, tatacara sita eksekusi, putusan hakim dalam perkara tertentu.
Pelaksanaan Putusan Pengadilan Agama
Pelaksanaan putusan atau eksekusi adalah hal menjalankan putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Menurut Sudikno Mertokusumo, eksekusi pada hakikatnya tidak lain ialah realisasi kewajiban pihak yang bersangkutan untuk memenuhi putusan yang tercantum dalam putusan tersebut.

Tujuan akhir pencari keadilan ialah agar segala hak-haknya yang dirugikan oleh pihak lain dapat dipulihkan melalui putusan Hakim. Hal ini bisa tercapai jika putusan hakim dapat dilaksanakan.

Putusan Hakim dapat dilaksanakan:

Secara sukarela

Secara paksa dengan menggunakan alat Negara, apabila pihak terhukum tidak mau melaksanakan secara sukarela.

Sejak dikeluarkan UU No, 7/1989 maka Pengadilan Agama telah dapat melaksanakan sendiri segala putusan yang dijatuhkannya tanpa harus melalui bantuan Pengadilan Negeri. Dengan berlakunya UU Peradilan Agama tersebut maka:

Ketentuan tentang eksekutoir verklaring dan pengukuhan oleh Pengadilan Negeri dihapuskan.
Pada setiap Pengadilan Agama diadakan jurusita untuk dapat melaksanakan putusan-putusannya.

Jenis-jenis Pelaksanaan Putusan

Ada beberapa jenis pelaksanaan putusan, yaitu:

1. Putusan yang menghukum salah satu pihak untuk membayar sejumlah uang. Hal ini diatur dalam pasal 196 HIR, pasal 208 R.Bg.
Putusan yang menghukum salah satu pihak untuk melakukan suatu perbuatan. Hal ini diatur dalam pasal 225 HIR, pasal 259 R.Bg.
Putusan yang menghukum salah satu pihak untuk mengosongkan suatu benda tetap, yang disebut dengan eksekusi riil. Hal ini diatur dalam pasal 1033 Rv.
Eksekusi riil dalam bentukpenjualan lelang. Hal ini diatur dalam pasal 200 ayat 1 HIR, pasal 218 ayat 2 R.Bg.

 

Artikel terkait :