Kepsek SMAN 10 Kota Tasik Diduga tidak Transparan Dana BOS, Guru Mengeluh

Kepsek SMAN 10 Kota Tasik Diduga tidak Transparan Dana BOS, Guru Mengeluh

Kepsek SMAN 10 Kota Tasik Diduga tidak Transparan Dana BOS, Guru Mengeluh

Guru di SMAN 10 Kota Tasikmalaya mengeluhkan kebijakan Joni, Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 10 Kota Tasikmalaya yang diduga tidak transparan dalam merealisasikan Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) 2017. Hal ini diungkapkan salah seorang guru mengajar di sekolah tersebut yang tidak bersedia namanya disebutkan.

SUMBER tersebut mengatakan, selama Joni menjabat kepsek tidak

ada kejelasan dana BOS tersebut, dan direalisasikan untuk apa.

“Entah digunakan untuk apa dana BOS tersebut, selama 2017 tidak ada keterbukaan pembelian perlengkapan sekolah atau pembangunan fisik. Seperti pembelian dan dibuat SPJ dia sendiri (kepsek) yang mengerjakannya, jadi kami tidak dikasih tahu berapa uang dana BOS yang dikeluarkan lantaran kepsek serba tertutup,” kata sumber itu lagi, kemarin.

Ia menambahkan bahwa partisipasi uang bangunan dari siswa tidak pernah terbuka.

Terkadang guru honor yang mengajar di sekolah tersebut pun terkadang telat dibayar. Termasuk (kepsek) banyak memberikan kebijakan yang merugikan siswa tanpa dilibatkan Komite Sekolah.

“Selama ini para guru banyak yang mengeluh dengan kebijakan kepsek sekarang, setiap kebijakanya selalu dibumbuhi dengan uang. Kalau ada masalah melempar (sembunyi tangan alias tidak mau bertanggungjawab). Kalau ada wartawan atau LSM yang mau menemuinya langsung ngumpet, terpaksa kami yang tidak tahu menau harus menemui tamu tersebut. Tapi, lamun aya piduiten kakara curinghak,” jelasnya dengan bahasa daerahnya.

Sementara itu, Humas SMAN 10 Kota Tasikmalaya Holis dan Wakasek Bagian Sarana Ery

enggan memberikan tanggapan terkait hal tersebut. Untuk kedua kalinya, kedua menyuruh Reaksi langsung menemui kepsek.

“Silakan ke bapak (Reaksi) kepsek saja, itu bukan domain kami,” terang mereka.

 

Baca Juga :