Mahasiswa UNS Buat Teknologi Alat Bantu Sensor Tunanetra

Mahasiswa UNS Buat Teknologi Alat Bantu Sensor Tunanetra

Mahasiswa UNS Buat Teknologi Alat Bantu Sensor Tunanetra

Lima mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah

menciptakan alat mobilitas untuk penyandang tunanetra berupa ‘SO-LI Sense’.

“Alat ini merupakan produk inovasi yang dapat melakukan pemetaan lingkungan dengan ‘3D mapping’ untuk mengetahui secara menyeluruh objek di sekitar tunanetra dan memberikan rasa aman ketika berjalan,” kata salah satu mahasiswa pencipta alat itu, Andreas Wegiq seperti dilaporkan Antara.

Ia mengatakan biasanya penyandang tunanetra menggunakan teknologi asistif (bantu) berupa tongkat tunanetra dan anjing pemandu untuk meningkatkan mobilitas. Meski demikian, dikatakannya, kedua alat tersebut tidak cukup untuk meningkatkan mobilitas tunanetra secara signifikan.

“Oleh karena itu, perlu adanya terobosan teknologi asistif baru,” katanya.

 

Ia mengatakan alat tersebut terdiri atas tiga bagian, yaitu ‘SO-LI Helmet’, ‘SO-LI Bracelet’, dan ‘SO-LI Bag’.

Lihat juga: Perlindungan Khusus Jadi Masalah Utama Anak Disabilitas

Untuk SO-LI Helmet, imbuh Andreas, merupakan pemandu tunanetra untuk menghindari penghalang yang dilengkapi dengan komponen headphone sebagai speaker untuk menyampaikan informasi objek oleh asisten digital.

“Bagian ini juga dilengkapi dengan depth censor dan 360 derajat lidar sensor,” katanya.

 

Selanjutnya untuk SO-LI Bag difungsikan sebagai tas pengolah data yang didesain khusus untuk pengolahan data berat. Ia mengatakan di dalamnya terdapat laptop yang terinstal “robotic operating system” (ROS) untuk mengolah data hasil tangkapan sensor.

Sedangkan untuk SO-LI Bracelet, dikatakannya, merupakan gelang getar pemberi informasi kedekatan objek di sekitar tunanetra dalam bentuk getaran.

 

Baca Juga :