Mengasah Diri

Mengasah Diri

Mengasah Diri

 

Penebang kayu, pasti selalu mengasah  kampaknya

Seorang Pemburu, akan selalu mengencangkan busurnya. Dan seorang Penulis, akan selalu meraut pensilnya. Mereka senantiasa harus selalu memperbaharui peralatannya, dan itu adalah prinsip sederhana tentang produktivitas.

 

Tak banyak pohon yang bisa ditebang oleh kampak

yang tumpul dan aus. Tak ada buruan yang mampu ditaklukkan oleh busur yang telah renta. Dan Tak sebuah kata pun bisa ditulis dari pensil yang patah. Lalu apa yang harus anda asah, agar tetap meraih kehidupan pribadi dan karier yang penuh dan berlimpah?

Anda memiliki sesosok tubuh yang suatu saat pasti menjadi

renta terkikis usia. Juga kecerdasan, yang segera tak banyak berarti tertinggal kemajuan zaman. Serta, sekepal hati nurani yang mudah diburamkan oleh debu-debu dunia.
Maka, tidak ada yang patut kita rawat selain tubuh, agar senantiasa menjadi rumah yang nyaman bagi jiwa kita. Tiada yang perlu kita asah selain pikiran dan ketrampilan agar selalu dapat digunakan membuka pintu kemakmuran. Serta tiada yang harus kita pertajam, selain hati nurani yang memungkinkan kita mendengar nyanyian kebahagiaan hidup ini.

Baca Juga :