PENGERTIAN LEADERSHIP

PENGERTIAN LEADERSHIP

PENGERTIAN LEADERSHIP

Pengertian Kepemimpinan

            Kepemimpinan adalah suatu seni tentang cara untuk mempengaruhi orang lain kemudian mengarahkan keinginan, kemampuan dan kegiatan mereka untuk mencapai tujuan si pemimpin. Dalam suatu organisasi, kepemimpinan itu merupakan suatu seni untuk mempengaruhi bawahannya baik secara individu maupun sebagai kelompok agar melakukan kegiatan untuk mencapai organisasi seoptimal mungkin.

Leadership dan followership merupakan dua hal yang terpisahkan dalam skala waktu, lambat laun seorang follower akan menjadi seorang leader, bila dengan bijak mempelajari seni kepemimpinan yang baik dari pemimpin terdahulu. Sedangkan seorang pemimpin bila menjalankan amanat jabatannya dengan baik maka kisahnya tak lekang oleh waktu untuk dapat selalu dikenang.

Dalam buku lain disebutkn bahwa kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengruhi perilaku orang lain atau seni mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan atau kelompok. Dapat diartikan  bahwa kepemimpinan tidak harus dibatasi oleh aturan atau tatakrama birokrasi dan tidak harus diikat terjadi dalam organisasi tertentu melainkan kepemimpinan bisa terjadi dimana saja, asalkan sesorang menunjukkan kemampuannya mempengaruhi perilaku orang lain ke arah tercapai suatu tujuan tertentu. Faktor Pendorong, Penghambat dan Penyebab Perubahan Sosial Budaya

Apabila kemimpinan dibatasi oleh tatakrama birokrasi atau dikaitkan dengan suatu organisasi tertentu maka ini diamakan suatu manajemen. Seorang mamnajer yang berperilaku sebagai sseorang pemimpin, asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Tapi seornang pemimpin belum tentu menyandang jabatan manajer untuk mempengaruhi orang lain. Dengan kata lain seorang leader belum tentu dikatakan manajer ,tetapi seorang manajer bisa berprilaku sebagai leader.

Teori kepemimpinan

  •       Teori Otokratis

Kepemimpinan menurut teori ini didasarkan atas perintah-perintah pemaksaan dan tindakan yang agak abiter dalam hubungan antra pemimpin dengan pihak bawahan. Pimpinanan disini cendrung mengarahkan perhatian sepenuhnya pada pekerjaan; ia melaksanakan pengawasan seketat mungkin dengan maksud agar pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan rencana. Pemimpin otokratis menggunakan perintah-perintah yang biasanya diperkuat oleh adanya sanksi-sanksi.

  •       Teori Psikologis

Pendekatan ini terhadap kepemimpinan menyatakan bahwafungsi seorang pemimpin adalah pengembangan sistem motivasi terbaik. Pemimpin merangsang bawahannya untuk bekerja ke arah pencapaian sasaran-sasaran organisatoris maupun memenuhi tujuan-tujuan pribadi mereka. Kepemimpinn yang memotivasi sangat memperhatiakan hal-hal seperti pengakuan (REORGANIZING), kepastian emosional, dan kesemptan untuk memperhatiakan keinginan dan kebutuhannya

  •       Teori Sosiologis

Pihak lain menganggap bahwa kepemimpinan terdiri dari usaha-usaha yang melancarkan aktifitas para pemimpin dan berusaha untuk menyelesaikan setiap konflik organisatoris antara npara pengikut. Pemimpin menetapkan tujuan-tujuan dengan mengikutsertakan para pengikut dalam pengambilan keputusan terakhir.

Usaha-usaha untuk mencapai tujuan mempengaruhi interaksi antara para pengikut, kadang-kadang hingg tingkat timbulnya konflik yng merusak di dalam atau di antara kelompok-kelompok. Dalam situasi demikian, pemimpin diharap untuk mengambil tindakan-tindakan korektif, menjalankan pengaruh kepemimpinannya dan mengembalikan harmoni antara koordinatif dan pengikutnya.

  •       Teori supportif

Pemimimpin menciptakan suatu lingkungan kerja yang membantu mempertebal keinginan pda setiap pengikut untuk melksanakan pekerjaan sebaik mungkin, bekerjasama dengan pihk lain, serta mengembangkan skillnya dan keinginannya sendiri.

  •       Teori “Laissez Fire”

Pemimpin memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada para pengikutnya dalam hal menentukan aktivitas mereka. Teori merupakan kebalikan dari teori otokratis.

  •       Teori Perilaku Pribadi

Kepemimpinan dapat pula dipelajari berdasarkan kualitas-kualitas pribadi ataupun pola-pola kelakuan para pemimpin. Seorang pemimpin dapat menerapkan macam-macam gaya kepemimpinan yang tergantung dari evaluasi pemimpin yang berang bersangkutan tentang situasi yang dihadapi, kemauan-kemauan, keinginan untuk memutuskan jumlah pengawasan yang akan dijalankan. Pemimpin yang macam ini memberikan banyak kebebasan kepada bawahannya.

  •       Teori Perilaku Sosial atau Sifat

·         Intelegensi

Orang umumnya beranggapan bahwa intelegensi seorang individu memberikan petunjuk tentang kemungkinan baginya untuk berhasil sebagai seorang pemimpin hingga suatu tingkat intelegensi tertentu. Sukses diterangakan berdasarkan fakta bahwa individu bahwa individu memiliki tingkat intelegensi sangat tinggi menganggap bahwa aktivitas-aktivitas kepemimpinan dan tantangan tidak cukup bagi mereka; mereka lebih senang dengan ide-ide abstrak dan pekerjaan riset dasar.

·         Inisiatif

Hal ini terddiri dari dua bagian;

1.      Kemampuan untuk bertindak sendiri dan mengatur tindakan-tindakan

2.      Kemampuan untuk melihat arah tindakan yang tidak terlihat oleh pihak lain

 

·         Energi atau Rangsangan

Banyak orang berpendapat bahwa salah satu diantara ciri pemimpin yang menonjol adalah lenih energik dalam usaha mencapai tujuan dibandingkan dengan seorang bukan pemimpin. Yaitu energi mental dan fisik sangat dibutuhkan dalam memimpin.

·         Kedewasaan Emosional

Seorang pemipmpin dapat diandalkan jani-janjinya mengenai sps ysng sksn dilaksanakan dan ia bersedia bekerja lama dan menyebarluasakan sikap “enthusiasme”diantara para pengikutnya.

·         Persuasif

Tidak terdapat adanya kepemimpinan tanpa persetujuan tersebut, seorang pemimpin biasanya harus menggunakan persuasi.

·         Skill Komuniktif

Seorang pemimpin memiliki kemampuan untuk mengemukakan secara singkat pendapat-pendapatnya, dan dapat mengambil intisari dari pernyataan pihak lain. Seorang pemipmpin menggunakan komunikasi dengan tepat untuk tujuan-tujuan persuasif, informatif serta stimultif.

·         Kepercayaan Diri Sendiri

Seorang pemimpin adalah orang yang cukup matang dan ia tidak memiliki sifat-sifat anti-sosial.

·         Perseptif

Sifat berehubungan dengan kemampuan untuk mendalami ciri-ciri dan kelakuan orang lain, terutama dengan bawahannya.

·         Kreatifitas

Kapasitas untuk bersifat orisinil, untuk memikirkan cara-cara baru merintis jalan baru, guna memecahkan sebuah problem merupakan sifat yang sangat didambakan oleh seorang pemimpin.

·         Partisipasi Sosial

Mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kelompok dan memiliki kemampuan untuk berhadapan dengan orang-orang dari kalangan manapun serta berkemampuan untuk melakukan konversi tentang berbagai macam subjek

Sumber Materi : https://guruips.co.id/