SEDNA PLANET KESEPULUH TATASURYA

SEDNA PLANET KESEPULUH TATASURYA

SEDNA PLANET KESEPULUH TATASURYA

Benda langit yang ditemukan beberapa waktu lalu barangkali merupakan planet ke-10 di tata surya kita. Para ilmuwan sedang mempertimbangkan untuk menyebut Sedna –nama yang diambil dari Dewi Samudra bangsa Inuit untuk benda langit tersebut– sebagai planet baru.

Pengamatan menggunakan teleskop ruang angkasa Spitzer yang baru diluncurkan, menemukan bahwa Sedna memiliki lebar penampang sekitar 2.000 kilometer, bahkan barangkali bisa lebih besar dibanding Pluto yang penampangnya 2.250 kilometer.

Karena ukuran dan orbitnya, beberapa astronom memperdebatkan apakah Sedna bisa digolongkan sebagai planet atau bukan. Bila Sedna akhirnya dianggap planet, maka pengertian mengenai tata surya kita akan didefinisikan kembali.

Benda angkasa berselimut es

Sedna adalah benda angkasa terbesar yang ditemukan mengelilingi Matahari, sejak para astronom menemukan Pluto tahun 1930. Ukuran batu berlapis es ini masih belum diketahui dengan pasti, namun ada dugaan ia sedikit lebih besar dari Pluto.

Hal yang unik berkaitan dengannya adalah mengapa benda langit sebesar itu baru ditemukan saat ini. Sedna sendiri ditemukan dalam suatu survey yang dipimpin Dr Michael Brown dari California Institute of Technology, 14 November 2003lalu. Mulanya ia disebut 2003 VB12 sebelum mendapat nama Sedna.

Perhitungan awal menduga benda langit itu berada antara 7,5 milyar hingga 10 milyar kilometer dari Bumi, di wilayah antariksa yang dikenal sebagai Sabuk Kuiper atau Kuiper Belt (KB).

KB berisi ratusan objek dan para astronom yakin masih banyak benda angkasa yang belum diketahui di sana. Kebanyakan anggota KB adalah batu-batu berlapis es kecil, namun beberapa di antaranya –seperti Sedna– bisa sebesar atau lebih besar dari Pluto.

Planet atau bukan?

Pentingnya Sedna sehingga diusulkan sebagai planet adalah karena ia benda langit yang memiliki orbit normal. Objek sejenis seperti Quaoar dan Varuna yang juga berada di KB, diketahui tidak memiliki orbit normal, dan sering berpindah.

Nah, untuk menentukan apakah orbit Sedna benar-benar stabil, maka para astronom di Observatorium Tenagra di Arizona telah diminta untuk meneliti jalur Sedna. Hasilnya nanti akan bisa dipakai untuk menentukan apakah benda langit itu bisa digolongkan sebagai planet.

Sebelumnya, Sedna dinyatakan sebagai Plutino, atau objek-objek angkasa yang orbitnya terkait dengan jalur Pluto saat mengelilingi Matahari. Sekelompok astronom bahkan masih menganggap Pluto sendiri bukan sebuah planet namun hanya salah satu benda langit besar di tepian tata surya.

Apakah Sedna kelak akan digolongkan sebagai planet? Apakah hal itu kemudian akan membuat definisi tata surya kita berubah? Baiklah kita menunggunya dengan sabar.

Sumber : https://downloadapk.co.id/