Setop Berikan PR ke Siswa

Setop Berikan PR ke Siswa

Setop Berikan PR ke Siswa

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta seluruh guru di Indonesia untuk tidak lagi memberikan pekerjaan rumah (PR) pada siswa. Guru diminta menuntaskan pelajarannya di sekolah tanpa membebani siswa lagi.

“PR itu sejatinya memang jangan dibebankan lagi ke siswa.

Jadi sekolah-sekolah mengembangkan cara-cara belajar yang tuntas,” ujar Menteri Muhadjir usai melantik Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Supriano di Kantor Kemendikbud.

Dia menyebutkan PR yang dianjurkan presiden, semisal di rumah siswa harus membantu orang tua, menjenguk temannya yang sakit. Jadi PR jangan dikaitkan dengan mata pelajaran, sebaiknya dituntaskan di sekolah.

Kalau terpaksa (kasih PR), lanjutnya, harus diracik menunya

agar sesuai dengan anak. Yang tujuannya untuk pengayaan maupun untuk penguatan atau pengulangan. “Jadi PR itu ada tiga fungsi yaitu pengayaan, penguatan, dan pengulangan. Terutama untuk hal-hal yang sifatnya praktis itu memang dibutuhkan, kalau di sekolah tidak cukup ya dilanjutkan di rumah,” ucapnya

Terpisah, wakil kepala sekolah bidang  kurikulum SMPN 39 Bekasi Siti Rohimah mengaku, pihaknya memberikan pekerjaan rumah sesuai dengan kapasitas siswa.Pasalnya, menurut Siti, kemampuan siswa tidak sama.Sehingga, PR tidak bisa menjadi tolak ukur kemampuan siswa itu sendiri.

“Kalau disini kami tidak memberikan PR tapi menyelesaikan tugas.

Karena kapasitas siswa di SMPN 39 Bekasi itu berbeda. Makanya penyelesaian tugas itu ada, kalau si anak tidak bisa menyelesaikan tugasnya dihari itu juga.  Karena disekolah memiliki keterbatasan waktu makanya anak anak mau ngga mau harus menyelesaikan tugasnya di rumah, ” ujarnya saat ditemui oleh Radar Bekasi.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/