Siswa dan Pengawas yang Melanggar POS UN akan Disanksi Berat

Siswa dan Pengawas yang Melanggar POS UN akan Disanksi Berat

Siswa dan Pengawas yang Melanggar POS UN akan Disanksi Berat

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengidentifikasi siswa

yang memfoto dan menyebarkan soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 melalui jejaring media sosial. Kemendikbud memastikan siswa dan pengawas tersebut akan dijatuhi sanksi berat.

“Pengawasnya tidak lagi diizinkan menjadi pengawas selama UNBK berlangsung. Sedangkan siswa yang menyebarkan soal belum bisa dipastikan apakah harus ujian susulan atau pembatalan hasil ujian secara final,” kata Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas Kemendikbud, Purwadi Sutanti di Jakarta, (4/4/2019) seperti diwartakan harian Pikiran Rakyat.

Kemendikbud dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) masih menggelar rapat terbatas membahas kasus tersebut. Purwadi menuturkan, putusan resmi rapat akan disampaikan Kepala Pusat Penelitian Pendidikan Kemendikbud, Mochammad Abduh. “Tunggu saja nanti hasilnya disampaikan satu pintu di Puspendik,” katanya.

Dikutip dari laman laman resmi Kemendikbud memastikan telah terjadi pelanggaran UN di beberapa sekolah pelaksana UNBK. Pelanggaran tersebut adalah peserta ujian membawa handphone (HP/kamera) dan memfoto soal serta mengedarkannya di media sosial atau grup komunikasi.

Dilindungi

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Lisyanti

meminta Kemendikbud tidak memublikasikan identitas siswa yang menyebarkan soal UNBK tersebut. Kendati demikian, ia meyakini soal yang difoto merupakan soal resmi UNBK 2019 untuk jenjang SMA/MA sederajat.

“Itu benar soal UNBK matematika tahun 2019. Berarti ada kelalaian dari pengawas ruang karena ternyata ada siswa yang membawa HP ke ruang ujian, bahkan berhasil memfotonya. Siswa yang bersangkutan kemudian menyebarkannya melalui aplikasi Line dan WhatsApp,” ujarnya.

Ia menyatakan, siswa dan pengawas harus dijatuhi sanksi karena dianggap telah melanggar Prosedur Operasional Standar (POS) UN 2019, yakni membawa alat komunikasi ke ruang ujian.

Retno menuturkan, KPAI mengapresiasi Kemendikbud yang segera melakukan penelusuran digital dan langsung memberikan sanksi, baik kepada siswa pelaku maupun guru pengawas ruangan.  Hal ini perlu dilakukan guna memberi efek jera dan pembelajaran kepada yang bersangkutan ataupun orang lain agar tidak melakukan perbuatan serupa.***

“KPAI menyayangkan kelalaian guru dan pengawas. Seandainya pengawasan ketat sesuai

dengan prosedur, maka tidak mungkin siswa lolos membawa HP dan memfoto soal di ruang ujian,” katanya.

KPAI juga mendorong Dinas Pendidikan terkait untuk tidak membuka identitas siswa pelaku. “Anak bisa salah, tetapi tetap diberikan diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Sepengetahuan KPAI, dalam siswa ujian CBT semacam UNBK ini nyaris tidak ada kemungkinan kebocoran soal,

 

Baca Juga :